Anda memasuki Zona Integritas - Wilayah Bebas Korupsi

KEJARI KOTA BANDUNG TANGKAP BURON PT. POS 9,4 MILIAR

0

Kejaksaan Negeri Kota Bandung berhasil menangkap buronan korupsi Rp9,4 miliar. Mantan petinggi PT Pos Indonesia ditangkap setelah buron selama 2 tahun atas kasus korupsi pengadaan barang senilai Rp 9,4 miliar.
Buronan bernama Budhi Setyawan tersebut ditangkap oleh tim pidana khusus Kejari Kota Bandung yang dipimpin Kasi Pidsus Iwan Arto dan tim intel Kejari Bandung.
Dalam proses penangkapan Budhi dibantu oleh Kejati DKI Jakarta dan Kejari Jakarta Selatan di kawasan Roxy Jakarta Selatan pada Selasa 9 Maret 2021 kemarin.
“Kami telah menangkap DPO atas nama Budhi Setiyawan yang seharusnya dieksekusi tahun 2018. Yang bersangkutan pada waktu itu terdakwa dalam kasus tindak pidana korupsi di PT Pos,” tutur Kepala Kejari Kota Bandung Iwa Suwia Prabiwa di Kantor Kejari Kota Bandung, Jalan Jakarta, Kota Bandung pada Rabu 10 Maret 2021.
Menurut Iwa kasus yang melibatkan Budhi itu terjadi pada 2013. Budhi saat itu menjabat sebagai Direktur ITE PT Pos, melakukan tindak pidana korupsi pengadaan barang senilai Rp 9,4 miliar.
PT Pos kala itu menjalin kontrak dengan PT Datindo Infonet untuk pengadaan alat tersebut dan mengeluarkan dana hingga Rp 10,5 miliar. Dana itu didapat PT Pos dari Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN). Pengadaan barang itu dimenangkan oleh PT Dataindo Infonet Prima.
Dari 1.725 alat yang dibeli, banyak yang tidak berfungsi serta tidak sesuai dengan spesifikasi. Seperti tidak ada GPS hingga daya baterai tidak bertahan lama. Kejaksaan Agung yang mengendus kasus itu kemudian melacak dan menangkap sejumlah orang.
Ada lima tersangka dalam kasus ini. Direktur PT Dataindo Infonet Prima bernama Effendy Christine sudah lebih dulu ditangkap. Sehingga penangkapan terhadap Budhi, menambah jumlah terpidana yang dieksekusi menjadi dua orang.
“Beliau selaku direktur ITE PT Pos. Adapun kerugian negara Rp 9 miliar ini sudah tertangkap dua orang. Insya Allah yang lainnya menyusul,” ujarnya.
Dalam kesempatan yang sama Iwa menambahkan berdasarkan hasil pemeriksaan, selama dua tahun menjadi buronan, Budhi terbilang licin. Ujar Iwa, beberapa kali Budhi yang divonis 6 tahun penjara lewat putusan Mahkamah Agung itu terpantau berpindah dari lokasi satu ke lokasi lainya.
“Berdasarkan informasi yang kami peroleh, dia berpindah-pindah. Makanya pada waktu kami melayangkan surat panggilan hanya satu kali yang bisa diterima,” tutup Iwa.

Share.

Leave A Reply