Bandung, 09 November 2018

Terpidana kasus korupsi kredit senilai Rp 25 miliar Didi Supriadi berhasil diringkus oleh tim dari Kejaksaan Negeri (Kejari) Surakarta dan tim Koorsup Penindakan KPK di daerah Kerten, Laweyan, Surakarta di sebuah indekos pada Kamis malam tanggal 8 November 2018 pukul 22.50 Wib.

Didi masuk ke dalam daftar pencarian orang (DPO) Kejaksaan Tinggi Jawa Barat sejak tahun 2016 atas kasus korupsi Kredit Usaha Rakyat (KUR) di PT. BNI SKC Bandung untuk para peternak sapi dengan plafon Rp 25 miliar.

Kasus korupsi Kredit Usaha Rakyat (KUR) yang dialami Didi berlangsung pada tahun 2010. Saat itu, dia terbukti melakukan korupsi dana KUR. Dia mengambil keuntungan untuk dirinya sebesar Rp 1,95 miliar.

Didi seharusnya menjalani hukuman selama delapan tahun penjara sejak diputuskan oleh Pengadilan Tinggi Jawa Barat pada 2016. Namun sebelum menjalaninya, dia berhasil melarikan diri. Kala itu Didi tidak ditahan karena kooperatif.

Kejati Jabar mengapresiasi langkah KPK membantu penangkapan Didi. "Ini memperlihatkan koordinasi yang baik antar penegak hukum. Ini yang kita harapkan bersama supaya ada sinergi antar penegak hukum, baik kejaksaan, polisi dan KPK, tujuan bersama penegakan hukum dan pemberantasan korupsi," tutur Kasi Penkum Raymond Ali.

Dan setelah penangkapan tersebut, pada Jumat malam (9/11), sekitar pukul 20.30 Wib, Didi dijemput oleh tim gabungan dari Kejati Jabar dan Kejari Kota Bandung di Bandara Husen Sastranegara Bandung untuk kemudian langsung dilakukan eksekusi di Lapas Sukamiskin Bandung berdasarkan putusan Pengadilan Tinggi Jawa Barat No: 32/Tipikor/2016/PT.BDG yang telah mempunyai kekuatan hukum tetap.

Dalam putusan tersebut, Majelis Hakim Pengadilan Tinggi Jawa Barat menerima permintaan banding Jaksa Penuntut Umum dengan menjatuhkan hukuman kepada Didi Supriadi dengan penjara selama 8 tahun dan kewajiban membayar uang pengganti sebesar 12,3 miliar. (zM/gaF)