Kasus dugaan Korupsi Program Nasional Pemberdayaan Masyarakat (PNPM) Kecamatan Caringin masuk tahap penetapan tersangka. Hanya saja, mantan Ketua Unit Pelaksana Kegiatan (UPK) PNPM Kecamatan Caringin KS, tidak memenuhi panggilan untuk penyidikan Kejaksaan Negeri (Kejari) Cibadak, kemarin.

“KS tidak memenuhi panggilan dari pihak penyidik kejaksaan hari ini. Kami akan tunggu hingga jam kantor tutup sekitar jam empat sore nanti bila tetap tidak datang panggilan kedua kami layangkan,” kata Kasi Pidsus Kejari Cibadak Iwan Setiadi.

Pemanggilan KS sendiri tidak lain terkait keterlibatannya terhadap dugaan penggelapan program Simpan Pinjam Perempuan (SPP). Tentunya ketidakhadiran KS ini menghambat proses penyidikan. Namun, pihak Kejari Cibadak tidak tinggal diam, setelah panggilan satu hingga tiga kali tapi KS tidak memenuhinya maka ditempuh upaya jemput paksa.

“Bila sampai tiga kali dia tidak memenuhi panggilan terpaksa kami akan melakukan upaya jemput paksa dengan berkoordinasi dengan aparat dari Polres Sukabumi,” tegas Iwan.

Sementara itu, dugaan kasus Korupsi PNPM Kecamatan Caringin ini bergulir sejak tahun 2011 lalu. Kasus ini sempat terkatung-katung. Meski demikian pengusutan terus dilakukan hingga mencapai tahap penetapan tersangka