Bandung, 8 Februari 2018

Jaksa eksekutor dari Kejaksaan Negeri (Kejari) Bandung akhirnya menciduk Joy Hesa,  terpidana kasus penipuan senilai Rp 1,2 miliar yang telah divonis 1 tahun penjara oleh majelis hakim di Mahkamah Agung (MA). Joy diciduk di salah satu rumah sakit di Kota Bandung, Rabu (7/2/2018) sore.

Kasipenkum Kejaksaan Tinggi (Kejati) Jabar, Raymond Ali mengatakan, setelah diciduk dari satu rumah sakit, Joy Hesa langsung dijebloskan ke Rutan Kebonwaru, Kota Bandung.  "Terpidana Joy Hesa sekarang ditahan di Rutan Kebonwaru," katanya pada Jumat (8/2/2018).

Sebelum dieksekusi oleh jaksa, Joy Hesa sempat tiga kali dipanggil oleh pihak kejaksaan. Namun terpidana selalu mangkir dengan alasan sakit. Bahkan pada panggilan ketiga kalinya, terpidana sempat dirawat di rumah sakit meski beberapa hari kemudian sudah meninggalkan kamar perawatan.

Kasus yang menjerat Joy Hesa bermula saat warga Setraduta Bandung itu datang menemui Wikanta Wirja, untuk minta bantuan pelunasan utangnya kepada PT BPR Gunadhana Mitrasembada sebesar Rp 1.290.720.000. Atas bujukan Joy Hesa, pada 8 Agustus 2007 Wikanta menyerahkan uang kepada terpidana dengan cara melakukan pelunasan utang Joy Hesa kepada PT BPR Gunadhana Mitrasembada.

Selanjutnya Joy Hesa menyerahkan dua buku SHGB No. 104 dan 105 beserta surat permohonan roya maupun sertifikat hak tanggungan asli peringkat kesatu kepada Wikanta. Namun pada 30 Agustus 2007 Joy Hesa meminjam kembali sertifikat tersebut dengan alasan untuk digunakan proses pinjaman ke Bank BRI dengan menjanjikan uangnya untuk membayar kepada Wikanta.

Sekira Oktober 2007, Joy Hesa mendapat pinjaman dari Bank BRI sebesar Rp 1,7 miliar. Namun uang itu digunakan untuk kepentingan sendiri dan tidak dibayarkan kepada Wikanta sebagaimana yang dijanjikan. Atas perbuatan terpidana, Wikanta  mengalami kerugian kurang lebih sebesar Rp 1.290.720.000 dan Joy Hesa pun didakwa pasal 378 KUHP jo pasal 64 ayat 1 KUHP.

Hakim Pengadilan Negeri Bandung membebaskan Joy Hesa, namun jaksa melakukan upaya kasasi dan majelis hakim MA pun memvonisnya 1 tahun penjara. Terpidana Joy Hesa kemudian mengajukan PK. Namun berdasarkan Undang-undang, PK tidak bisa menghalangi proses eksekusi terhadap terpidana. (Zm/gaF)