Bandung, 6 Februari 2018

Kejaksaan Tinggi Jawa Barat tetapkan Kepala Bidang Sejarah dan Purbakala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kab. Bandung inisial DS sebagai tersangka dalam perkara dugaan tindak pidana korupsi pengadaan buku cetak bidang sejarah purbakala untuk Tahun Anggaran 2015. DS ditetapkan sebagai tersangka berdasarkan Surat Perintah Penyidikan No: Print-60/O.2.1/Fd.1/01/2018 tanggal 31 Januari 2018.

DS diduga telah melakukan penggelembungan atau mark up dana dalam pengadaan buku sejarah purbakala, di mana dalam pengadaan buku tersebut telah dianggarkan dana sebesar Rp. 978.850.000,-, namun selaku Kabid Sejarah dan Purbakala, DS mengajukan perubahan anggaran dengan realisasi sebesar Rp. 10,34 miliar yang akan dialokasikan untuk 9 kegiatan Bidang Sejarah dan Kepurbakalaan. Dari total anggaran Rp. 10,34 miliar tersebut telah dialokasikan anggaran sebesar Rp. 3,56 miliar untuk belanja cetak dan pengadaan buku sebanyak 61.716 buku dengan 18 judul buku.

Dalam pelaksanaannya, belanja cetak dan pengadaan buku sebanyak 61.716 buku tersebut dilakukan dengan cara penunjukan langsung dan pada proses penetapan Harga Perkiraan Sendiri (HPS) tidak dilaksanakan sesuai dengan ketentuan sehingga terjadi kemahalan harga. Atas hal tersebut berdasarkan pemeriksaan dan perhitungan yang dilakukan oleh BPKP, jumlah kerugian Negara yakni sebesar Rp. 2,95 miliar.

Bahwa selama proses penyidikan kasus tersebut, Kejati Jawa Barat telah berhasil menyelamatkan kerugian negara sebesar lebih kurang 1,35 miliar yang telah disita dari beberapa pihak yang terkait dalam kasus tersebut, di antaranya dari Sdr. Mzm disita uang sebesar Rp. 70.000.000,- (Tujuh puluh juta rupiah), Sdr. IS sebesar Rp. 120.000.000,- (Seratus dua puluh juta rupiah), Sdr. S sebesar Rp. 6.960.000,- (Enam juta sembilan ratus enam puluh ribu rupiah), Sdr. ES sebesar Rp. 7.000.000,- (Tujuh juta rupiah) dan Sdr. HW selaku Penasehat Hukum Sdr. DS disita uang sebesar Rp. 1.000.000.000,- (Satu milyar rupiah). (Zm/gaF)