Bandung, 02 November 2017

Kepala Kejaksaan Tinggi Jawa Barat Loeke Larasati menghadiri kegiatan Focus Group Discussion (FGD) terkait upaya pencarian dan pemulihan aset negara perkara tindak pidana korupsi, Senin pagi (02/11) di Hotel Marbella Suites Jl. Sentra Dago Pakar Bandung, Kajati sebagai narasumber menyampaikan bahwa untuk mencapai tujuan akhir dari asset recovery tentunya semua pihak harus memiliki kesamaan visi terlebih dahulu. "Strategi dalam menyelesaikan asset recovery ini memiliki aturan main. Kita sudah memiliki instumennya seperti UU Tipikor, UU TPPU dan lain sebagainya. Jadi semua instrumennya sudah ada baik itu melalui pidana maupun perdata." Ujarnya.

Kemudian lanjut beliau, permasalahan seringkali muncul pada saat eksekusi aset. "Seringkali masalah administrasi menjadi penghambat dalam melakukan eksekusi. Dalam proses penyitaan tersebut proses administrasi harus menjadi perhatian atau atensi dari penegak hukum." Tutur Kajati.

Terakhir yang sangat penting menurut Kajati yakni perlu adanya koordinasi dan kerjasama yang baik serta niat atau visi yang sama dari pihak-pihak terkait untuk memudahkan terlaksananya pemulihan aset secara optimal khususnya aset yang berada di luar negeri maupun di dalam negeri. Hal tersebut dapat diimplementasikan apabila semua pihak memiliki satu tekad, satu hati, satu tujuan untuk memulihkan aset demi Negara Kesatuan Republik Indonesia.

FGD tersebut diikuti para Jaksa fungsional dari Kejaksaan Tinggi Jawa Barat, Kejaksaan Negeri Bandung, Kejaksaan Negeri Kab. Bandung dan penyidik dari Kepolisian yang berjumlah lebih kurang 30 orang. (Zm)